Ads 720 x 90

Apa itu Nira Sorgum?

Airnira - Nira Sorgum adalah cairan yang diperoleh dari batang  muda sorgum dan dapat diolah menjadi gula dan bioetanol dengan diperas bagian dalamnya setelah kulitnya dikupas.

Proses pembuatan nira sorgum

Batang sorgum akan siap dipanen setelah memasuki 4 (empat) bulan dan sebelum dimasukkan dalam penggilingan batang sorgum harus bebas atau terhindar dari daun-daunan.


Nira sorgum yang mengandung bakteri harus disterilisasi agar bebas dari mikro-organisme untuk menghindari pembusukan. Nira yang sudah disterilisasi dapat disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama untuk melanjutkan proses-proses berikutnya. Selain itu penting juga memilih dan menjaga alat-alat yang digunakan selama proses agar nira sorgum tidak rusak akibat bakteri.

Nira sorgum yang telah mengalami proses sterilisasi, memasuki tahap fermentasi. Dalam proses ini, zat gula sorgum akan dikonsumsi oleh ragi dan mengubahnya menjadi etanol. Hasil fermentasi dalam bentuk etanol, yang masih dikombinasikan dengan air untuk kemudian masuk ke proses destilasi.

Proses destilasi diperlukan untuk memisahkan air dan etanol. Alat distilasi dirancang untuk memisahkan keduanya dengan titik didih yang berbeda. Etanol direbus kira-kira. 78 ° C sedangkan airnya 100 ° C. Campuran air dan etanol dipanaskan sampai suhu di tengah dua titik didih. 

Etanol mendidih pertama-tama dipisahkan dari air menjadi uap dan mesin distilasi berfungsi untuk membawanya kembali menjadi cair. Kadar air masih dapat ada dalam bioetanol dari mesin destilasi dan perlu diproses ulang. Misalnya, jika bioetanol. Untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin, kadar air harus sangat minimal.


Proses Produksi Bioetanol

  1. Batang sorgum segar dimasukkan ke dalam sistem pemeras dengan metode imbibisi.
  2. Batang sorgum dipotong dengan crusher.
  3. Selanjutnya diperas sehingga diperoleh nira dengan TS 9% - 14%.
  4. Ampas sisa pemerasan digunakan untuk bahan bakar boiler dan silase untuk pakan ternak.
  5. Nira sorgum hasil pemerasan tersebut dijernihkan terlebih dahulu, lalu dipekatkan menggunakan evaporator.
  6. Nira sorgum yang memiliki kadar TS ± 16% sudah siap untuk difermentasi.
  7. Setelah itu nira sorgum dicampur dengan biakan ragi atau dry yeast dan diaerasi selama kurang lebih 4 jam dengan catatan suhu tetap dijaga ± 33oC.

Proses fermentasi dianggap selesai ketika konsentrasi etanol dalam kaldu yang difermentasi konstan. Kaldu fermentasi didistilasi menggunakan 2 kolom, kolom I untuk proses pengupasan dan kolom II untuk proses pengayaan. Tingkat distilat etanol yang dihasilkan meningkat dari 95% v / v menjadi 99,5% v / v menggunakan metode pengayakan molekuler sebagai Fuel Grade Ethanol.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter