Ads 720 x 90

Air Nira

Air nira adalah salah satu cairan yang memiliki rasa manis yang diperoleh dari batang tanaman seperti tebu, sorgum, atau getah tandan bunga dari pohon palem seperti aren, kelapa, kurma, nipah dan siwalan.  Air nira dapat diolah menjadi minuman yang menyegarkan, bisa juga difermentasi menjadi tuak nira dan  dijadikan sirup aren. Selain itu air nira juga dapat diolah lebih lanjut menjadi gula aren, gula semut.

Penyadapan nira


Proses penyadapan nira biasanya ditempatkan dalam bumbung (batang
bambu sekitar panjangnya satu meter), dan proses penampungan nira dapat memakan waktu hingga tiga bulan secara terus menerus. Setiap pohon dapat menghasilkan beberala liter nira per hari tergantung jenis nira yang diolah.

Hasil fermentasi dari nira (geta yang mengalami proses penyulingan. Proses menyulingannya membutuhkan waktu cukup lama, yakni sekitar 6 jam. Nira mentah lalu dimasak dengan api yang kecil yang terus menyala. Tong tempat masak nira dihubungkan dengan bambu sekitar 6 meter. Setellah itu ujung bambu yang satu lagi dihubungkan dengan wadah atau botol penampungan. Uap dari pembakaran ini akan menjadi nira suling.

Fermentasi nira


Seperti halnya di Indonesia, nira  yang tidak difermentasi (padaneer dalam bahasa Tamil Nadu) di India disebut, yang didinginkan, disimpan, dan didistribusikan oleh perusahaan semi-negara. Sedikit jeruk nipis ditambahkan ke nira dari nira untuk mencegah fermentasi. Dikatakan mengandung banyak nutrisi, termasuk kalium. nira secara alami mulai menjalani proses fermentasi segera setelah dikumpulkan dari pohon karena ragi alami di pori-pori pot dan udara (sering karena sisa ragi yang tersisa di kapal pengumpulan).

Dalam waktu dua jam, fermentasi menghasilkan anggur aromatik dengan kandungan alk*hol hingga 4%, sedikit memabukkan dan manis. Anggur ini dapat dibiarkan berfermentasi untuk waktu yang lama hingga satu hari untuk memberikan rasa yang lebih kuat, lebih asam dan asam yang disukai sebagian orang. Fermentasi yang lebih lama akan menghasilkan cuka, bukan anggur yang kuat. 

Di Afrika, nira yang digunakan untuk membuat telapak tangan paling sering diambil dari pohon kurma liar seperti pohon palem perak (Phoenix sylvestris), gula aren dan gula aren India (Caryota najis) atau dari pohon palem seperti pohon palem Afrika (Elaeis guineense) atau dari rafia, kelapa kithul atau telapak tangan Di India dan Asia Selatan, lebih disukai telapak tangan dan palmyra seperti Arecaceae dan Borassus.

Di Afrika Selatan, anggur palem (ubusulu) diproduksi di Maputaland, sebuah daerah di Mozambik selatan antara Pegunungan Lobombo dan Samudera Hindia. Anggur aren ini diproduksi oleh kelapa lala (Hyphaenecoriacea) dengan memotong tangkai dan mengumpulkan nira. Di bagian tengah dan barat Republik Demokratik Kongo, teman sekamar nira disebut malafu. Ada empat jenis anggur palem di Kongo tengah dan selatan, dari minyak kelapa sawit yang dihasilkan dari beras, dibondo berasal dari kelapa rafia, kelapa dari kelapa sawit, dan mahusudari pendek yang tumbuh di daerah sabana di provinsi Bandundu barat dan provinsi Kasai.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter